Sungguh damai hidup dibalik jendela,
jauh dari hingar-bingar dunia luar.
Sungguh tenang hidup di lorong bawah tanah,
tak ada bising-bising suara konvoi.
Sungguh nyaman berdiri di bawah tabir surya,
tak tersengat panas mentari.
Sungguh sempurna hidup sendirian,
sendirian di tengah gemerlap metropolitan,
Memiliki segala kesunyian,
disekeliling gembar-gembor para anarkis.
Mendapatkan semua keteduhan,
dari mereka yang jadi korban rumah kaca.
Inginku pamerkan semua kepuasan hati!
Tawaku mengangkasa!
Menghentikan celoteh para pengusik.
Lambat-laun semua memilih hidup sendiri,
membangun kerajaannya masing-masing.
Dan akupun keluar dari balik jendela,
kembali menikmati kesendirian hidup,
di dunia yang semula menjijikkan,
dan tawaku kembali mengangkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar