Ingin ku menyingkap surya,
lantas menguak purnama.
Ingin ku bermain,
‘main mengejar bayang-bayang.
Ingin ku pergi ke antah berantah,
melarikan diri dari dunia yang keji.
Tapi,
Apa daya ku menggapai?
Tanganku menadah patah
Apa daya ku berlari?
Darah kaki hanyut nanah,
sekali langkah menjelma besi.
Apa daya ku berdiri?
Tongkat kayu jadi kudapan rayap.
Lantas harus apa aku?
Hanya bisa mengerang dan mengguruh
Pekikku mengangkasa
Memecah kesunyian ramai-ramai
Di bawah langit tua, menengadah penuh harap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar